Angin Anggara.
Aku sendiri tak tahu mengapa aku bisa dekat dengannya. semua ini hanya karena dorama. mungkin ini takdir. mungkin semesta telah mengizinkan aku bertemu dengan orang yang lain. mungkin Tuhan ingin memberitahuku, bahwa sudah saatnya untukku untuk mencari pintu lain.
mungkin pintu itu adalah Angin Anggara.
Kami begitu cepat menjadi dekat. semuanya mengalir seperti air. pesan-pesan datang setiap hari. setiap pertemuan dengannya selalu memberi warna baru dalam hidup hitam dan putihku.
ya, dia seperti Fanta. memberikan warna dalam hidup.
satu sisi yang benar-benar kucintai dari dia adalah, dia selalu bisa memahamiku tanpa aku perlu berkata. dia seolah bisa memasuki setiap detil yang hanya bisa kusimpan hanya dari mataku. entah, apakah aku yang terlalu bisa dibaca, ataukah dia yang terlalu pintar membaca hati.?
dia selalu tahu setiap perubahanku. hanya dengan melihat mataku, gerakku, bahkan suaraku. dia selalu bertanya : "ada masalah, Lion?"
dan aku hanya bisa tercengang. bagaimana dia tahu?
humm..
mungkin ini saatnya aku untuk merasakan lagi.
mungkin ini awal cerita baru.
mungkin ini takdir.
hanya Tuhan yang tahu...
kisah dandelion kecil..
bukan sekedar kisah fiksi. bukan sekedar kisah hidup. semoga memberi hikmah bagi semua.. lets take a break :)
Friday, June 18, 2010
Monday, May 17, 2010
Aku Suka Caramu :)
Aku suka caramu membuatku tersenyum
Saat hari ku kelabu
Aku suka caramu tertawa riang
Saat kau datang menyambutku
Aku suka semua perhatianmu
Aku suka caramu menjaga diriku
Aku suka semuanya tentangmu
Engkau dan aku
Tercipta untuk jadi satu
Engkau dan aku
Ku kan selalu jadi milikmu
Walau waktu berputar
Cinta kita kan bersinar selamanya
Aku suka semuanya tentang kamu
Aku suka caramu menahan diriku
Saat ku kan pergi jauh
Aku suka caramu membuatku cemburu
Tuk dapat perhatianku
Aku suka caramu memanjakanku
Aku suka caramu meyakinkan aku
Saat aku merasa ragu
Engkau dan aku
Tercipta untuk jadi satu
Engkau dan aku
Ku kan selalu jadi milikmu
Walau waktu berputar
Cinta kita kan bersinar selamanya
Aku suka semuanya tentang kamu
Walau waktu berputar
Cinta kita kan bersinar selamanya
Aku suka
Aku suka
Aku suka
Aku suka
Aku suka
Semuanya tentang kamu
Saat hari ku kelabu
Aku suka caramu tertawa riang
Saat kau datang menyambutku
Aku suka semua perhatianmu
Aku suka caramu menjaga diriku
Aku suka semuanya tentangmu
Engkau dan aku
Tercipta untuk jadi satu
Engkau dan aku
Ku kan selalu jadi milikmu
Walau waktu berputar
Cinta kita kan bersinar selamanya
Aku suka semuanya tentang kamu
Aku suka caramu menahan diriku
Saat ku kan pergi jauh
Aku suka caramu membuatku cemburu
Tuk dapat perhatianku
Aku suka caramu memanjakanku
Aku suka caramu meyakinkan aku
Saat aku merasa ragu
Engkau dan aku
Tercipta untuk jadi satu
Engkau dan aku
Ku kan selalu jadi milikmu
Walau waktu berputar
Cinta kita kan bersinar selamanya
Aku suka semuanya tentang kamu
Walau waktu berputar
Cinta kita kan bersinar selamanya
Aku suka
Aku suka
Aku suka
Aku suka
Aku suka
Semuanya tentang kamu
Thursday, May 13, 2010
Pertemuan Pertama dengan Angin . .
bila dipikir, rasanya kebersamaan kami adalah takdir. mulanya aku hanya mengenalnya ketika aku datang ke lomba robot teman SMA ku, Matahari.
"Lion, gue dulu pernah cerita kan, kalo gue punya temen yang namanya sama dengan cowok lo. Angin." Matahari berbicara dengan begitu menggebu. Saat itu kami berdiridi antara teman2 kuliahnya di tribun penonton.
Aku berpikir sejenak. "Humm.. iya. kenapa?"
Dia menunjuk seseorang di tribun, tepat dua kursi di depan kami. "Itu orangnya."
Aku melongok melihat orang yang ditunjuk Matahari. Tinggi, putih, berambut ikal setipe kea Nicholas Saputra di AADC. tapi, kyaknya wajahnya nggak akan setipe dehh.. dia berbaur dengan teman2nya yang lain dan mendukung timnya, tertawa layaknya anak kecil. lucu.
"Hey? Kok diem?" Matahari menyapukan tangannya di depan wajahku. wajahnya terlihat sedikit bingung. Aku tersadar dari pemikiranku. Sebelum sempat menjawab, Matahari menarik lenganku dan berlari menuju orang bernama Angin itu. "gue mau ngenalin lo ke Angin. Ayook.!"
dan perkenalan itu terjadi dengan biasa.
tanpa kesan.
atau mungkin, hanya sekedar nama. itupun karena sama. dengan Angin.
"Lion, gue dulu pernah cerita kan, kalo gue punya temen yang namanya sama dengan cowok lo. Angin." Matahari berbicara dengan begitu menggebu. Saat itu kami berdiridi antara teman2 kuliahnya di tribun penonton.
Aku berpikir sejenak. "Humm.. iya. kenapa?"
Dia menunjuk seseorang di tribun, tepat dua kursi di depan kami. "Itu orangnya."
Aku melongok melihat orang yang ditunjuk Matahari. Tinggi, putih, berambut ikal setipe kea Nicholas Saputra di AADC. tapi, kyaknya wajahnya nggak akan setipe dehh.. dia berbaur dengan teman2nya yang lain dan mendukung timnya, tertawa layaknya anak kecil. lucu.
"Hey? Kok diem?" Matahari menyapukan tangannya di depan wajahku. wajahnya terlihat sedikit bingung. Aku tersadar dari pemikiranku. Sebelum sempat menjawab, Matahari menarik lenganku dan berlari menuju orang bernama Angin itu. "gue mau ngenalin lo ke Angin. Ayook.!"
dan perkenalan itu terjadi dengan biasa.
tanpa kesan.
atau mungkin, hanya sekedar nama. itupun karena sama. dengan Angin.
Subscribe to:
Posts (Atom)